Panduan konseling ketidaknyamanan pada masa
kehamilan
|
NO
|
BUTIR
YANG DINILAI
|
|
|
A
|
SIKAP
DAN PERILAKU
|
|
|
1
|
Memberi
salam kepada ibu dan keluarga dengan sopan dan ramah
|
|
|
2
|
Memperkenalkan
diri
|
|
|
3
|
Menjelaskan
maksud dan tujuan serta prosedur pelaksanaan
|
|
|
B
|
CONTENT/
ISI
|
|
|
4
|
Menggali
permasalahan yang dikeluhkan pasien
Menanyakan keluhan yang
dirasakan saat ini; “Ibu ada yang bisa saya bantu…”
|
|
|
5
|
Mengklarifikasikan
masalah yang dikeluhankan pasien
Merefleksikan dan merangkum
kembali keluhan dengan bahasa bidan
|
|
|
6
|
Bersama-sama
antara bidan dan pasien membahas dan menemukan solusi dari keluhan yang
dialami pasien
a. Menjelaskan penyebab keluhan
b. Cara meringankannya
c.
Tanda
bahaya yang muncul
|
|
|
7
|
Menjelaskan
pada pasien bahwa keluhan yang dirasakan merupakan keluhan fisiologi yang
sering muncul dalam masa kehamilan
|
|
|
8
|
Memberikan
kesempatan pada pasien untuk menanyakan kembali berbagai hal yang belum
dipahami dan mengungkapkan pendapatnya
|
|
|
9
|
Melakukan
evalusi pada pasien untuk mengukur tingkat pemahaman dari konseling yang telah diberikan
Cara yang digunakan dapat
dengan cara menanyakan kembali apa yang telah disampaikan bidan pada pasien
|
|
|
10
|
Menyimpulkan
materi konseling dengan pasien
|
|
|
11
|
Membuat janji pertemuan sebagai betuk follow up
|
|
|
C
|
TEKNIK
|
|
|
12
|
Melaksanakan
perasat dengan sistematis
|
|
|
13
|
Teruji
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
|
|
|
14
|
Menjaga
privasi
|
|
|
|
TOTAL
SCORE
|
Keputihan
Dapat terjadi pada trimester I, II dan
III
a.
Dasar anatomis
fisiologis
1.
Hiperplasia mukosa
vagina
2.
Peningkatan produksi
lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen
b.
Cara meringankannya
1.
Tingkatkan kebersihan
dengan mandi setiap hari
2.
Memakai pakaian dalam
yang terbuat dari katun lebih kuat daya
serapnya
3.
Hindari pakaian dalam
dan pantyhose yang terbuat dari nilon
c.
Tanda bahaya
1.
Jika sangat banyak atau
baunya menyengat atau berwarna kuning/abu- abu (bbrp penyakit kelamin,
cervicitis, vaginitis)
2.
Pengeluaran cairan
(selaput ketuban pecah)
3.
Perdarahan per vagina
(abruptio placenta, placenta previa, lesi pada servik atau vagina)
"lendir
campur darah/bloody show”
Referensi :
Materi Kuliah Kebidanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar